16.3.11
Belajar dari Jepang
Semua headline maupun tagar yang tertulis "Pray for Japan" saat ini berubah menjadi "Belajar dari Jepang". Semua mata memandang dan bisa menilai bagaimana masyarakat dan pemerintah Jepang menghadapi bencana alam di negerinya. Semuanya bisa mengambil kesimpulan bagaimana mentalitas masyarakat Jepang memukau dunia, entah itu tua dan muda, mereka menghadapi semuanya dengan kepala dingin dan tidak panik.
Ada diperlihatkan satu scene, ketika gempa 9 SR itu datang dan hitungan detik mereka segera bersiap untuk mengevakuasi diri mereka bersama-sama keluar dari gedung. Membentuk satu barisan memanjang layaknya semut merangkul pundak teman di depannya disertai baskom dan helm di atas kepala mereka masing-masing. Tak ada dorong-mendorong, tak ada saling injak, sehingga semuanya keluar dengan selamat.
Adegan lain di televisi adalah ketika mereka dibagi bantuan makanan di pengungsian. Satu kata : TERTIB. Mereka antre dan menunggu giliran mereka dengan jatah yang sudah diperhitungkan. Tidak ada kejadian berebut makanan, tidak ada penjarahan, tidak ada kerusuhan.
Pada salah satu milis, saya baca ada yang bercerita, ketika gempa terjadi. Lalu lintas langsung lumpuh total. Tetapi pengendara tetap tenang menunggu gilirannya untuk memajukan kendaraannya. Tetap memperhatikan lampu lalu lintas. Dikabarkan meski lampu sudah hijau, hanya 1 mobil yang bisa melaju."Lalu lintas bagai di neraka dan sering kali hanya satu mobil dapat berjalan ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Tapi semua begitu tenang dan mengemudi dengan aman dan memberikan jalan kepada satu sama lain," ucap salah salah satu pengendara, Arakawa.
Arakawa mengucapkan hal itu melalui akun twitter, yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang translator bernama Aya Watanabe (@vida_es_bella). Watanabe menghimpun beberapa tweet para korban gempa yang menunjukkan ketertiban dan rasa kesetiakawanan warga Jepang.
Masih di jalan raya, seorang pengguna jalan lain mengatakan, ia mengemudi selama 10 jam untuk pulang ke rumah saat gempa menghentak pada Jumat sore, 11 Maret lalu. Lalu lintas sangat padat. Namun, ia tidak mendengar bunyi klakson sekali pun."Yang terdengar hanyalah ucapan terima kasih antara satu sama lain, karena telah diberi jalan," katanya.
Sikap tetap tertib dan tidak emosional juga terlihat di stasiun-staiun kereta api. Seperti diberitakan, ketiga gempa terjadi, jaringan KA Tokyo Metro sempat menghentikan operasinya dengan alasan keselamatan penumpang. Banyak penumpang yang terlantar di stasiun. Namun, mereka tetap menunggu dengan sabar sampai KA dapat beroperasi kembali.
Ini adalah sedikit informasi yang saya dapat dari berbagai sumber. Tetapi sudah banyak sekali memberikan contoh untuk kita semua. Semoga gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang bisa memberikan hikmah tersendiri untuk kita :)
Gambar dari sini
Labels: ONE THOUGHT 16 silaturahim
17.12.10
Curhat #1

Sweetest thing yang terjadi minggu ini, subhanallah, jazakallah suamiku :-*
Chat on YM
Suamiku (Sm) : assalamu'alaikum istriku :)
*lengang beberapa menit karena saya ada beberapa kerjaan di kantor*
Sm : halooo... Ko istriku diem aja? Leungit sugan?!
S : wa'alaikumsalam :D afwan tadi baru ngeberesin laporan bulanan, bagaimana hari-nya suamiku utk hari ini? Apakah menyenangkan?
Sm : alhamdulillah, karena sudah menikah
*deg*
Sementara chat terus berlanjut. Di sang suami gag tau kalo istrinya mukanya memerah. Alhamdulillah. Saya bersyukur jika bisa membuat suami sendiri merasa senang dan bersyukur dengan jalinan suci ini. Semoga bisa terus begini seterusnya. Amiin.
Gambarnya dari sini
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 0 silaturahim
7.12.10
HAPPY NEW YEAR 1432 H

Maybe saya belum pernah posting mengenai resolusi tahun ke depan. Resolusi tahun kemarin yang paling besar adalah, menikah. Alhamdulillah, sebelum pergantian tahun hijriah maupun masehi, sudah terlaksanakan. Selalu terngiang-ngiang di dalam hati bagaimana dengan jelas Allah menurunkan ayat tersebut, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. 55:13).
Ayat itu senantiasa sengaja kudengungkan di dalam hati, baik itu dalam suasana senang, sulit, bersabar, berduka maupun gembira. Ya Allah, saya hanyalah makhluk-Mu yang tak pernah luput dari khilaf dan salah. Selalu disampingku ya Allah.
And now... Resolusi tahun ini, Tahun Baru, Kejutan Baru, Rencana Baru, Keberkahan Baru, alhamdulillah menapaki Kehidupan Baru. Harus menambah SYUKUR atas NIKMAT-MU ya ALLAH.
hmm... untuk mengawali tahun yang indah ini, saya akan coba sedikit memaparkan resolusi 1432 H:
1. Jadi istri sholehah, amiin.
2. Pengen sekolah lagi, yang ini liat sikon
3. Mendadak pengen belajar food photograph untuk next project :D
4. Lebih banyak gali social media, yang ini buat ini niiih hehe
5. Punya junior, yang ini cuma bisa berdoa dan berusaha, selebihnya urusan Allah :)
6. Ekspansi usaha ke bidang lain
7. Memajukan my OS, semangaaaaatt!!!
8. Naik Haji sekeluarga, amiin.
9. Kredit Rumah Idaman, mudah-mudahan tahun ini ketemu jodohnya, amiin.
10. last but not least, minimal khatam Al-Quran 3 kali dan hapal juz 30, kalo yang ini usaha teruuusss!!!
BISMILLAH!!! Hadapi Tahun Baru ini dengan semangat, kerja keras, dan optimis!!!
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 1 silaturahim
28.11.10
Don't Worry
Don't worry sayang...
Aku akan jadi pelipur lara bagimu
Penyejuk hati ketika melihatku
Penghangat kalbu di kala gundahmu
Don't worry sayang...
Aku siap jadi telinga
Aku siap jadi hati kedua setelah hatimu
Aku siap jadi tangan yang selalu memelukmu
Aku siap jadi bahu bersandarmu
Aku siap jadi ghirahmu
Don't worry sayang...
Hiasi senyummu selalu di setiap pagiku
Karena kusuka senyum tulusmu
Teruslah tersenyum optimis
Everythings gonna be ok
As long as we still love each other
Because of Allah
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 6 silaturahim
26.11.10
Apa Bedanya
Dulu... pertanyaannya: "Kapan nih resminya? Mau nunggu apalagi sih?"
Sekarang, pertanyaannya lebih kompleks: "Gmana sekarang perasaannya? Seneng ga?"
Hmm... Jawabannya selalu sama, saya jawab dengan senyuman :)
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 3 silaturahim
20.11.10
Jadi Ibu Ga Boleh Lupa Jadi Istri!

Tersentak (lebay!) ketika membaca satu note di #fb, "Jangan Lupa Menjadi Isteri ketika Bergelar Ibu". Maksudnyaaaa? Karena judulnya menarik, terus kubaca postingan itu, walo agak tersendat karena yang posting orang Malaysia.
Setelah setengah membaca postingannya, jadi terinspirasi untuk posting juga. Terpaksa cuma setengah bacanya karena momz udah ehm-ehm untuk matiin kompi melihat jam browsing udah lewat banget! (baca: kemaleman). Jadi mau ga mau, dengan berat hati dan beratnya badan (yang kedua ga ada hubungannya), saya mematikan kompi.
Sekarang postingannya mulai serius ya, di atas cuma pengen aja sesekali posting rada-rada ga jelas :P
Menurut postingan itu, entah berapa banyak seorang ibu memiliki anak: satu, dua anak, 5 anak, 10 anak, biasanya akan "sedikit-banyak" melupakan perannya sebagai istri. Tanpa mengindahkan betapa penat ditambah stresnya kegiatan suami ketika bekerja, istri cuek aja ketika suami pulang.
Dulu biasanya ketika suami pulang, "Abi, mau dibikinin minum apa?" "Abi, mau dinner apa?" "Abi cape nih keliatannya, mau cerita?". Pokoknya segala perhatian dicurahkan oleh istri, semata-mata bentuk pengabdian istri terhadap suami. Eittss.. Pengabdian disini bersifat positif ya, maksudnya memberikan kasih sayang dan perhatian kan sudah jadi kewajiban suami istri biar langgeng gtu... *sok tau padahal baru mau memulai*
Ketika sudah ada anak, "Abi, makanan sudah ada tuh, ambil sendiri ya" "Apa?! Minta diambilin minum? Ambil sendiri deh, aku lagi sibuk ngurus anak nih!"
Menurut postingan ini, dua paragraf di atas, menandakan bagaimana seorang wanita melupakan perannya sebagai seorang istri ketika sudah bergelar ibu. Hmmm... Make sense!
Menurut saya sih, ini bisa dilihat dari berbagai sisi. Pertama, seorang suami selayaknya mengerti posisi seorang istri yang sekaligus menjadi ibu, ketika istri sedang mengurus anak dan tak bisa ditinggal urusannya, sebaiknya suami membantu pekerjaan istri dengan memenuhi kebutuhannya sendiri jika memang mampu. Atau menunggu istri, sampai urusannya selesai jika memang bisa menunggu.
Kedua, perlu adanya komunikasi dan saling mengingatkan dengan penuh kelembutan (baca: ga marah or sewot) bagaimana sebaiknya peran istri bisa terus dilakukan tanpa mengganggu peran ibu.
Ketiga, setelah nulis poin satu dan dua, baru nyadar kalo ternyata menjadi seorang istri sekaligus ibu ga gampang ya, hikss... Maafkan aku momz, jika pernah terucap kata, terbentuk sikap, atau perilaku yang mengganggu hatimu, maafin ya momz! Luv u!
Lanjut... Disini saya melihat seorang wanita harus cerdas dan pintar. Kenapa? Karena tanpa kecakapan, kepekaan, kelembutan, kecerdikan, daya kreasi, dan kreatifitas yang tinggi, seorang wanita akan sangat keteteran! Huufftt!
Untuk itu, saya pengen standing applause buat semua Ummi di luar sana, u have done a great job! Semoga saya bisa jadi kandidat terbaik untuk peran dobel ini, amiin.
Gambar dari sini.
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 3 silaturahim
9.11.10
Detik dan Menit
Menunggu hari
Menunggu menit
Sampai akhirnya menunggu detik
Datangnya hari itu...
Tak sabar rasanya, menikmati rasa membuncah dari tulusnya jiwa
Tak sabar rasanya, menyatukan jemari sehingga hati ini menjadi hangat terasa
Tak sabar rasanya, menjalin semua asa untuk tercipta bahagia
Jelang hari itu, ingin kutulis... hingga saatnya nanti...
Selamat datang calon suamiku ke dalam kehidupanku
Begitu pula aku, kunanti seluruh sendi keseharianmu
Semoga azzam, akan segera terwujud dalam ghirah yang menggelora
Semoga niat tulus ini senantiasa diiringi oleh kasih dan berkah Allah yang tak pernah putus untuk kita, amiin.
ahhh... maluuu...!!!
tapi ga nahan untuk segera posting...
sekali-kali lebay gapapa deh :P
Labels: ONE THOUGHT 6 silaturahim
8.11.10
Cemburu yang Terpuji

Ternyata cemburu juga dibolehkan kok, selama itu itu masih dalam batas yang dibolehkan. Sampai ada yang berkata, lelaki yang memiliki perasaan cemburu terhadap istrinya, berarti jantan. Sementara yang tidak punya rasa cemburu, berarti lemah kejantanannya wkwkwkwk... Wallahu alam.
Sahabat Abu Hurairah menerangkan, bahwa Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah adalah pencemburu. Kecemburuan Allah ketika ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan.” (HR. Bukhari). Dalam buku "Menyayangi Istri, Membahagiakan Suami" karya Abu Muhammad Iqbal, Imam Al-Munawi dalam Kitab Faidhul-Qadir menerangkan: "Orang yang paling mulia dan paling bercita-cita tinggi adalah yang paling besar cemburunya. Orang mukmin yang cemburu terhadap hal yang semestinya harus dicemburui, maka dia memiliki sifat yang sesuai dengan salah satu sifat Allah. Barangsiapa yang sifatnya sesuai dengan sifat Allah, sifat itu akan diambil dan dimasukkan ke hadapan-Nya dan didekatkan dengan rahmat-Nya". Menurut buku ini, cemburu yang tidak melebihi batas kewajaran, adalah sangat disukai Allah. Kepadanya akan diberikan curahan rahmat.
Sahabat Jabir bin Ambarah menerangkan, bahwa Rasulullah bersabda, "Ada cemburu yang dicintai Allah, dan ada pula cemburu yang dibenci Allah. Cemburu yang dicintai Allah, adalah cemburu dalam keraguan. Sedang cemburu yang dibenci Allah adalah cemburu dalam ketidak-raguan." (HR. Nasai, Ahmad, dam Ibnu Hibban). Jadi maksudnya disini adalah, cemburu yang terpuji adalah cemburu yang disertai fakta nyata dan ada buktinya. Sedangkan cemburu yang tercela, adalah kecemburuan yang didasarkan pada praduga dan perkiraan belaka. Cemburu yang tercela dapat menyebabkan terhalangnya kemaslahatan karena adanya kesalahpahaman.
Menurut saya pribadi, cemburu bersifat sensitif dan terkadang sangat subyektif. Sehingga perlu adanya ukuran dalam syariat agama. Alhamdulillah dapet berbagai tambahan ilmu. Sehingga insyaAllah cemburu yang terjadi bisa ditakar dan bisa kita nilai apakah masih dalam batas yang sewajarnya.
Gambar nyomot dari sini.
Labels: HADITS, HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 11 silaturahim
28.10.10
28102010

Hari ini ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, hari dimana selayaknya setiap pemuda merasa diingatkan apa yang sudah dia berikan untuk sekelilingnya, untuk keluarganya, bahkan untuk Indonesia. Bagaimana bisa menjadi seorang pemuda-pemudi dengan produktivitas tinggi guna membuat Indonesia lebih baik. Memang terlihat sangat redaksional dan boring ya tulisan di atas. Tetapi memang kata-kata di atas perlu kita renungi bahkan untuk saya sendiri.
Melihat apa yang terjadi di Indonesia saat ini, alih-alih kemakmuran, bencana datang silih berganti. Salah siapa? Gak… Jangan pernah ngomong eh.. tulis itu salah siapa… ya kalo ditanya begitu, saya jawab salah kita semua :D
Meletusnya merapi…
Gempa Mentawai…
Banjir Jakarta…
Apa ga cukup membuat Indonesia menangis? Wew… kenapa jari-jari ini nulis seperti ini ya?! Hmmm… sebenernya inti mau posting sih cuman mau ngajak bareng-bareng untuk bermuhasabah, memperbaiki dari diri sendiri, renungi kembali kekhilafan apa yang udah mendzolimi orang lain bahkan mendzolimi alam ini. Semoga Allah segera meredam bencana ini dan menjadikan Indonesia tenteram dan damai. Amiin.
Labels: ONE THOUGHT 4 silaturahim
19.10.10
Apakah itu Berkah?

Minggu ke minggu, akhirnya hitungannya sekarang tinggal hari ke hari *berusaha lebay* dan akhirnya saya memutuskan untuk menyebarkan berita gembira ini kepada teman-teman terbaik. Setelah menanyakan kabar dan keseharian mereka selama ini. Baru saya menyadari, teman-teman terbaik saya yang menemani saya dalam suka duka pada masa-masanya tersendiri, semuanya sedang hamil besar!
Subhanallah! Seneng mendengar kabar tersebut, tapi juga berarti bahwa mereka juga menunggu hari kelahiran anak mereka yang berarti mereka tidak akan datang ke acara besarku.
Hmm... sedikit kecewa karena itu berarti kita ga akan kumpul untuk silaturahim sekaligus temu kangen. Tapi gapapa, saya anggap ini berkah buat saya. Mudah-mudahan bisa menjadi berkah tersendiri, saya bisa kecipratan untuk cepet punya keturunan seperti layaknya mereka, amiin.
Baru tadi siang saya membaca suatu artikel: Wanita yang diberkati Allah adalah wanita yang cepat menikah, cepat mengandung dan paling ringan maharnya. Mudah-mudahan saya termasuk kebagian berkah Allah, amiin.
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 10 silaturahim
5.10.10
Tentang Cinta
Duuuh, terenyuh ketika Aay memberikan link ini untuk dibaca, setelah beres baca jadi deg-degan gimanaaaaa gitu, ahaaaay!!!
Ternyata... Aay juga memikirkan itu, seorang lelaki seperti dia... hehe... alhamdulillah!
Dalam awal artikel cukup nyeremin juga bagaimana Rasulullah menerangkan apa yang terjadi jika seorang muslimah menolak pinangan seorang yang shalih:
“Bila seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang putri seseorang. “Apabila engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.”
Bisa jadi perkataan Rasulullah ini menjadi hal yang sangat berat bagi para orangtua dan putri-putri mereka, terlebih lagi jika ancaman jika tidak menurutinya adalah fitnah dan kerusakan yang meluas di muka bumi. Kita bisa mengira-ngira jenis kerusakan apa yang akan muncul jika seseorang yang berniat melamar seseorang karena mempertahankan kesucian dirinya dan dihalang-halangi serta dipersulit urusan pernikahannya. Inilah salah satu jenis kerusakan yang banyak terjadi di dunia modern ini, meskipun banyak di antara mereka tidak meminang siapapun.
Hmm... mungkin ini ya fenomena yang terjadi saat ini, dimana-mana orang menunda pernikahan karena alasan karir, belum nemu jodoh yang kaya, belum nemu jodoh yang ganteng or cantik, dll. Maksudnya kerusakan disini sepertinya kita bisa saja mendekati zina yang sangat dimurkai Allah. Naudzubillahi min dzalik. Astagfirulloh... Ampuni kami ya Allah, berikan kami senantiasa petunjukMu.
Dalam artikel ini juga diceritakan kisah dua pemuda shalih sepanjang masa, merupakan shahabat Rasulullah, tetapi sempat merasakan bagaimana rasanya ditolak pinangannya. Subhanallah mereka tidak berkecil hati, malah sebaliknya. Merupakan contoh panutan bagi kita semua.
“Cinta itu,” kata Prof. Dr. Abdul Halim Abu Syuqqah dalam Tahrirul Ma’rah fi ‘Ashrir Risalah, “Adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan jika tujuannya adalah menikah.” Artinya yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup dalam bingkai pernikahan.
Wuhuuuu... soooo sweeeet!!!
Subhanallah, cinta pun patut dirasakan untuk membina pernikahan, maksud saya adalah tunas-tunas cinta juga diperlukan untuk memilih seseorang menjadi pasangan kita. Karena dengan cinta pula akar satu pernikahan menjadi kokoh.
Jadi keinget dulu waktu saya masih lugu *beneran, sueerr! saya pernah ko jadi wanita lugu* dan mulai niat mencari pasangan hidup, saya sempat share dengan beberapa ukhti cantik. Saya sempet nanya, "ukh, cinta itu perlu ga sih untuk nyari jodoh? karena saya ingin mencari pasangan melalui jalur yang diridhoi Allah..." Ukhti pun senyum-senyum "ya tentu aja perlu" heuheu... iya juga sih, kalo kita ga tertarik sama pasangan kita, gimana nanti mau ngelewatin hidup sama dia sampe akhir hayat, insyaAllah amiin.
Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta berada dalam singgasana pernikahan.
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 6 silaturahim
18.9.10
Bahan Muhasabah I

Selama dua minggu ini, dilewatkan dengan silaturahim sana-sini... Mumpung lagi bisa...!!! Kemarin adalah salah satu awakening lagi buat saya, silaturahim kemarin merupakan salah satu bahan muhasabah bagi saya. Satu kesempatan, berbincang dengan seorang wanita yang umurnya di atas saya beberapa tahun, kelihatannya beliau kisaran 30 tahun, beranak dua. Kedua bidadari kecilnya... subhanallah, sangat menggemaskan! Saking menggemaskan dan sangat aktif dimasa usianya, anak pertamanya selalu aktif bertanya sana-sini dan sangat supel dengan siapa saja... Saya saja yang baru dua-tiga kali bertemu sudah sangat akrab diajaknya ngobrol, lucunya, semestinya dia memanggil saya "Uwa" (read: Tante yang dituakan) malahan dipanggil "Teteh"! ehm... kemungkinan karena wajah saya yang belia dan terlihat muda *ngarep banget diomongin begini* Sehingga ibunya berulang kali mengingatkannya untuk selalu memanggil saya "Uwa", tetapi saya sangat sangat tidak keberatan kok dipanggil dengan sebutan "Teteh" hehe...
Bidadari kecilnya masih dalam gendongan beliau, karena masih berusia 4 bulan. Untuk bidadari terkecilnya, saya baru bertemu satu kali ini, cantik...!!! Dan yang bikin bingung sekaligus seneng, setiap dia menatap atau melihat saya, kemudian saya membalas tatapannya, dia selalu tersenyum malu kemudian menutup mukanya. Hmmm... apakah muka saya memang selucu itu ya untuk para balita? Karena hal ini ga cuman terjadi dua-tiga kali saja, tetapi berulang kali!
Anyway... saya anggap ini berkah dari Allah
Ketika bidadari pertamanya berkeras ingin main ke rumah sebelah, dan dibolehkan oleh beliau, maka kita punya kesempatan untuk chit-chat :) chit-chat seputar saya, kemudian dia, teman-teman saya, kemudian keluarganya... Dan... satu topik yang membuat saya malu, beliau bercerita kalo bidadari pertamanya yang sudah masuk TK berceloteh padanya, "Ibu, kata Bunda di sekolah, perempuan itu harus pake jilbab, Ibu kapan mau pake jilbab?" Kemudian beliau menimpali, "Iya, nanti pake ya..." (sembari tersenyum)
Lalu beliau melanjutkan, "Sebenernya mah kepengen udah ada Teh, tapi mau gimana... Uang buat beli bajunya lagi itu belum ada, sekarang aja pake baju waktu jaman gadis... Uangnya abias terus buat biaya sekolah, obat dari dokter sama susu si kecil!" Katanya sembari mengucapkannya dengan nada bercanda. Masya Allah! Saya malu... Saya merasa nikmat Allah yang sekarang dirasa selalu membuatku terus bersyukur berada dalam kondisi saat ini. Ternyata orang-orang di sekitarku masih ada yang merasa kekurangan. Masih ada yang mengalami fase "Sulitnya mengenakan Hijab" yang dalam hal ini karena masalah finansial. 
Sedih sekaligus merasa bersyukur, sedih karena ikut berusaha merasakan apa yang beliau rasakan, tetapi sekaligus bersyukur karena kondisiku saat ini dengan bermuhasabah kembali untuk diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitarku. Alhamdulillah Allah membukakan pintu-Nya kembali untuk bisa berbagi dengan sesama, terlebih berbagi untuk menghijabkan seseorang, senangnyaaa!!! Ga sabar nih nunggu hari dimana beliau benar-benar istiqomah untuk berhijab...
Saya yakin sekali hari itu akan datang, bismillah! Ada yang mau ikut berbagi?
Gambar dari sini dan sini.
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 5 silaturahim
2.7.10
Ternyata Riya Punya Saudara
Hari ini dapet ilmu baru di pengajian kantor, selama ini syirik kecil yang saya tahu hanya riya. Riya menurut media-islam, adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya. Riya merupakan syirik kecil yang bisa menelusup dari celah-celah terkecil pada diri kita. Bahkan Rasululloh saja sangat mencemaskan kita sebagai umatnya terhadap syirik kecil ini, sebagaimana sabda Rasululloh :
“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah SAW?”, Beliau menjawab, “Riya! Dan Allah akan berkata pada hari kiamat, terhadap mereka-meeka yang riya, ‘pergilah kalian kepada orang-orang yang dahulu di dunia kalian rya’i, apakah kalian mendapatkan ganjaran dari mereka?” (HR. Ahmad)
Alhamdulillah, mendatangi pengajian tadi merupakan reminder buat saya untuk berhati-hati dalam berperilaku, bertindak maupun berucap.
Selain riya, ada satu syirik kecil lain, namanya sum’ah. Sum’ah merupakan perbuatan baik/ibadah yang dilakukan di masa lampau kemudian diceritakan kembali kepada orang lain dengan maksud orang lain mengetahui amal/perbuatannya. Kemudian saya googling, dan mendapatkan beberapa informasi yang sangat berguna untuk saya dan mudah-mudahan bermanfaat pula bagi yang membaca.
Rasulullah memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra :
"Barangsiapa melakukan perbuatan sum'ah niscaya Allah akan memperdengarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya', niscaya Allah akan memperlihatkan aibnya."
Lalu Kami hadapkan amal yang mereka kerjakan, kemudian Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (QS. Al-Furqan : 23)
Dalam ayat di atas menjelaskan bahwa jika seseorang berbuat berdasarkan riya dan sum’ah maka perbuatannya menjadi sia-sia. Terbayang kan, bagaimana perbuatan yang sudah dilakukan menjadi tertolak di mata Allah. Naudzubillahi min dzalik.
Dalam hadits qudsi (yang saya dapat dari sini) Allah berfirman:
Aku adalah yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang beramal untuk-Ku dengan menyekutukan selain-Ku, maka Aku bebas dari dia dan dia Aku serahkan kepada sekutunya itu. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Dari sini saya membaca:
Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terbetik dalam hatinya perasaan riya', tetapi ia membenci perasaan tersebut, berusaha melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya', maka menurut sebagian besar ulama amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.
Subhanallah, mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa diingatkan dan diberi petunjuk oleh Allah untuk tetap istiqomah. Amin.
Labels: HADITS, HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 0 silaturahim
29.6.10
Tukang Nasi Goreng
Untuk yang kesekian kalinya, saya membeli nasi goreng surabaya di gerobak abang ini, tapi kali ini berbeda dari biasanya. Karena pulang lebih malam dari sebelumnya, akhirnya kita memutuskan makan malam dengan beli nasi goreng di gerobak nasgor langganan. Seperti biasa abangnya menyapa kami berdua (read : saya memesan bersama mamah), setelah kami memesan mamah mulai membuka obrolan, dan abangnya pun menimpali dengan sopan. Mamah kemudian bertanya background berjualan dan juga dia "stand by" dimana aja selain di komplek rumah kami.
Salut buat dia:
1. Selalu tersenyum dan ramah menjawab pertanyaan mamah, walo saat itu hujan turun dan gerobak hanya diterangi oleh cahaya petromak yang seadanya.
2. Terkadang memberi candaan dan tertawa sopan dengan gurauan-nya sendiri, sedikit berbeda dengan penampilannya yang agak "garang". Sehingga "kegarangan"-nya seketika itu juga musnah karena keramahannya.
3. Kerja kerasnya keliling komplek perumahan sampai kampung untuk mencari nafkah walo itu hujan lebat sekalipun.
4. Keikhlasannya menjalani kehidupan jualan nasi goreng, yang buat saya enak dan bisa dibandingkan dengan nasi goreng kelas restoran. Cuma 7.000 rupiah, saya udah bisa makan enak :D
Saya jadi mikir lagi, hmmm... mungkin karena itu dia jadi banyak langganan, karena ketulusan hatinya tetap melayani kita dengan ramah, jadi keinget waktu baca SOP customer service dulu, abang-abang ini udah qualified, hehe... Karena keramahannya, kedatangannya selalu ditunggu semua pelanggan tetapnya. Salah satu contoh yang kadang luput dari pandangan, tetapi malam ini saya kembali mendapat ilmu baru dan mengingatkan apa yang sudah didapatkan dulu. Makasih ya Bang!
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 5 silaturahim
30.5.10
Enjoy!
Minggu kemarin sempet ada semacam pameran kehutanan skala nasional di tempat kerja, dan wooow... sempet ada beberapa display binatang hidup, saya sangat suka melihat binatang-binatang dari dekat walo saya segan menyentuh mereka. Tapi ada satu keinginan yang ga kesampean sampe sekarang, pengeeeeen banget miara king snack snake dari dulu. Sepertinya sangat menyenangkan bisa memelihara binatang melata itu. Anyway, enjoy these pictures!!!

OOppss... numpang narsis ya sedikiiiiiiit aja :P salah satu favorit saya, disini display makhluk laut, ada ikan nemo itu loooh... *norak mode on* terus banyak terumbu karang yang menari-nari mengikuti arus air, jadi tenang ngeliatnya :D
Ga tau apa nama ikannya, karena ga sempet nanya-nanya, nyuri waktu ke bawah untuk liat-liat karena mengingat setumpuk kerjaan di ruangan :P

Taman Safari juga ternyata buka stand, pas saya kesana pas lagi ada sodara kita orang utan. Yowiss.. foto dari jauh aja ahhh...
Last but not least, my favourite!!! King snake itself!!! Kapan saya bisa memeliharamu???
Labels: HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 0 silaturahim
25.4.10
Mother Earth Speaks
Tanpa sengaja jempol saya menekan channel MetroTV dan melihat beberapa anak kecil sedang membicarakan mengenai pemborosan energi. Wooow, subhanallah, saya tercengang dengan pemikiran mereka:
"Perbuatan menggelikan apa yang selalu dilakukan orang-orang? Mengendarai banyak mobil, memakai terlalu banyak air dan membuang-buang listrik!" ujar mereka berbicara bergantian.
"Knapa kita harus menaiki kendaraan mewah kalo itu adalah kendaraan yang paling boros bahan bakar seperti pesawat A380? Buat apa pake yang mewah kalo itu ga berakibat baik untuk semua?"
"Kenapa kita menyalakan semua lampu, kipas angin, komputer dan TV kalo tidak untuk digunakan? Sementara mematikan satu-dua lampu akan berarti untuk penghematan energi?"
"Kenapa harus mandi berendam di bath tub kalo mandi dengan shower jauh lebih bersih, dan tentu aja menghemat banyak sekali air?"
Pertanyaan-pertanyaan lugas namun cerdas keluar dari mulut anak-anak setingkat seklah dasar. Pertanyaan yang mungkin ada terbersit dalam diri kita, tapi kita tak mampu menyuarakannya. Who knows!
Episode Sabtu (24/04/2010) pun mengungkap reaksi alam di Sidoarjo, Jawa Timur, yang lebih kita kenal sebagai "Lumpur Lapindo". Bumi berusaha berbicara kepada kita bahwa dia sudah tak kuat lagi dikuras sumber dayanya. Reaksi alam yang bermula dari penyedotan bahan alam sehingga kerak bumi terbuka dan akhirnya perut bumi pun meluap ke permukaan, sungguh mengerikan ketika saya jalan-jalan kesana pake Google Earth. Menurut penelitian, luapan perut bumi ini akan terus keluar sampai 30 tahun sampai dengan 100 tahun ke depan! Astagfirulloh... Kesalahan atau kekhilafan manusia?
Saat ini percuma aja saling menyalahkan siapa yang seharusnya bertanggung jawab, sebaiknya mulai memperbaiki gaya hidup kita. Mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.
24.4.10
Menyempurnakan Impian
Tiap orang pasti punya impiannya masing-masing, impian jangka pendek maupun jangka panjang, impian masa kecil sampai impian di hari tua. Termasuk saya! Saya pun punya impian, walo tak indah tapi patut untuk diperjuangkan. Dan tentunya dalam kehidupan kita yang cuma satu kali (emang ada yang punya second life?! Kaya kucing dong!) ini, kita harus berusaha memperjuangkan terwujudnya impian kita.
Termasuk saya, subhanallah! Begitu banyak impian-impian kecil yang sudah saya nikmati, berkat bantuan dan doa dari keluarga dan teman-teman selama ini. Gak peduli impian ketika suatu hari adalah kepengen foto-foto (teuteup narsis) di Taman Bunga Nusantara, yang notabene ga terlalu penting, tapi toh alhamdulillah Allah selalu memberikan surprise-Nya melalui almarhum Papah dengan mengajak kita sekeluarga. Happy bangeeeet! Memori indah itu ga akan pernah hilang, apalagi almarhum rutin ngajak tadabur alam sekeluarga. Setiap flashback insyaAllah selalu saya ingat, karena saya selalu menikmati setiap detiknya.
Contoh impian kecil saya (yang sekarang menjadi memori indah) di atas sepertinya ga penting untuk beberapa orang, tetai buat saya ini adalah nikmat-nikmat "kecil" Allah yang luput dari perhatian. Ada kata-kata "Ga semua keinginan kita bisa jadi kenyataan", dari sini saya mengambil makna bahwa keinginan kita yang menjadi kenyataan adalah yang terbaik untuk kita menurut Allah. Alhamdulillah
Kembali pada impian, selalu merujuk pada masa depan dong... So, impian yang sudah saya blueprint-kan di dalam benak saya sedang coba saya sempurnakan menjadi kenyataan. Apakah ini memang yang terbaik untuk saya? So far so good! Bahkan alhamdulillah lebih dari yang saya bayangkan. Saya ga nyangka, impian-impian ini sedikit demi sedikit terkumpul seperti sebuah puzzle untuk membentuk master piece bagi kehidupan saya. Saya yakin itu dan saya terus bersemangat mencari bagian-bagian puzzle yang tersisa. Hanya waktu yang mampu menyelesaikan puzzle ini, sementara saya terus men-stock bibit kesabaran dalam diri.
Labels: ALHAMDULILLAH, HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 2 silaturahim
22.4.10
SEMANGAT ISTIQOMAH
Kesabaran,
Keteguhan hati,
Kebesaran hati,
Kelapangan jiwa,
Tampaknya kata-kata mulia di atas belum menjadi milikku seutuhnya. Simple word...! Tapi sulit sekali mencapainya. Karena aku hanyalah manusia yang merupakan tempat khilaf dan dosa.
Sepertinya saat ini dan tahun-tahun ke depan, saya akan kembali bersekolah. Allah menempatkanku kembali ke Universitas Kehidupan, entah ini S1, S2 atau S3. Saya ga tau pasti jenjang pendidikan akhlak mana, tetapi yang pasti jauh lebih "heboh" cobaannya tantangannya! Semoga kali ini pun aku bisa lulus dengan nilai optimal. Selama Engkau terus membimbingku ya Allah, aku yakin ini bisa dilalui dengan gemilang. Amin.
Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguhlah. (Riwayat Muslim, Hadits 21 Arba’in An Nawawi)
Labels: HADITS ARBAIN, HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 2 silaturahim
19.4.10
SABAR BERBUAH INDAH
Saya buka-buka lagi memori di hape, mencari satu hadits yang lama tak kubaca, kebiasaan saya adalah mengulang hadits yang pernah dibaca karena saya simpan di memori inbox hape. Jadi daripada bengong, lebih baik kembali mengulang karena saya sangat terkenal orang yang pelupa :P
Salah satu yang menjadi favorit saya adalah :
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)
Hadits di atas menjadi salah satu favorit, karena sampai dengan saat ini sulit sekali bagi saya bersabar, maybe kalo dari tampakan luar (katanya sih…) saya pembawaannya tenang :D tapi… pada gag tau kan di dalemnya heuheu… Yah namanya juga manusiawi, ga pernah luput dari sifat dari sabaran, termasuk juga saya :D
Seperti saat ini, lagi merasa ga sabaran hehe… Lagi selalu bertanya dalam hati, “Ya Allah, Kapan ya? Ini atau itu ya……? Karena sepertinya ada yang selalu menanyakan diriku mengenai hal ini, sementara aku pun ga tau ini kapan…?! Berikan petunjuk dan jawaban-Mu secepatnya ya Allah… itu juga kalo Engkau berkenan, kalo gak juga gapapa, aku tetep yakin ini yang terbaik bagiku dariMu”
Seperti kata seseorang, SESUATU AKAN INDAH PADA WAKTUNYA :D dan aku nantikan saat-saat itu selalu dalam mimpiku.
Labels: HADITS, HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 6 silaturahim
13.4.10
IDOLA MUSLIMAH
Ngomongin idola, selalu yang disebut-sebut adalah seseorang yang dinilai dari betapa cantiknya dan berhasilnya dia sebagai seorang artis or seniman or hasil karyanya. Hmmm… ga salah sih… Sampai menginjak lulus kuliah, jujur, saya ga mengidolakan sapa-sapa. Karena buat saya cantik, kedudukan, prestasi bukan apa-apa karena kita cuma manusia yang ga jauh dari namanya khilaf dan kelemahan, kita dilahirkan dengan ketidaksempurnaan yang merupakan keunikan dari manusia itu sendiri. Setiap kekurangan yang dimiliki seseorang akan diisi oleh partner hidupnya kelak, subhanallah!
Setelah lulus kuliah, sempet disibukin sama yang namanya kerjaan, “nguli” dari satu tempat, berpindah ke tempat lain. Ketika “nguli” di salah satu perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia, sempet kenalan dengan seseorang dan “beliau”lah yang memperkenalkan saya dengan sosok Khadijah. Dulu… saya pikir buat apa sih mengenalnya, mengenal Rasulullah lebih dalam lagi. Pikiran-pikiran itu timbul begitu saja.
Setelah diberikan materi-materi keislaman berupa email ataupun kliping artikel, saya mulai mengenal Islam lebih dalam lagi yang semula hanya biasa-biasa saja. Semenjak SMA, saya senang membaca hadits, tapi mentok sampai disitu, hanya sekedar pengetahuan aja. Semenjak mengenal “beliau” ini, saya tertarik untuk mencintai Rasulullah, dan dengan lugu saya bertanya “Gimana sih wujud rasa cintaku terhadap Rasulullah?” Dan beliau pun menjawab “Salah satunya dengan menjalankan sunnah Rasulullah”. Semenjak diskusi itu saya mulai mencintai Rasulullah dengan mencari tahu lebih dalam lagi. Mencoba untuk berusaha menjalankan sunnah dalam kehidupan saya.
Waktu berselang dan datanglah hari kelahiran saya, beliau memberikan sebuah buku tebal berjudul “Khadijah”. Seneng dong dikasi hadiah :D tapi kemudian kata-kata berikutnya yang berat. “Semoga kelak kau bisa jadi Khadijahku”.
*twewew gedubrak!!!
Sweet…!!! But difficult… heuheu!
Terus terang bukunya ampe sekarang belum tamat saya baca :P baru sepertiganya dari keseluruhan buku. Tapi isi bukunya powerful bangeeeeet!!! Kalo jaman sekarang mah : GIRL POWER ABIIZZ!!! Salut! Dan akhirnya, saya menemukan idola saya, yaitu KHADIJAH! Sosok luar biasa yang memiliki banyak banget keistimewaan. Saudagar kaya yang mampu mempertahankan kesuciannya hingga bertemu dengan Rasulullah sebagai jodohnya. Sosok pertama yang menemani dan mendukung Rasulullah dimana yang lain menentang Rasulullah. Wanita yang mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan dakwah Rasulullah dan meyakini Islam hingga maut menjemputnya.
Keteguhan hati yang kaya gini yang mungkin tidak pernah ada lagi. Sosok Khadijah merupakan contoh yang sangat baik untuk kita sebagai muslimah. Istiqomah, istiqomah, istiqomah!!!
Seperti yang saya kutip dari sini: Rasulullah bersabda tentang Khadijah, "Allah tidak menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya. la beriman kepadaku di saat orang lain ingkar kepadaku, ia mempercayaiku di saat orang lain mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya di saat orang lain tidak ada yang menolongku, dan Allah telah mengaruniakan kepadaku putra (dari hasil perkawinan dengan) nya sedang wanita-wanita lain tidak."
Labels: HADITS, HIJABI DIARY, ONE THOUGHT 4 silaturahim



