Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers
Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Showing posts with label MOVIE REVIEW. Show all posts
Showing posts with label MOVIE REVIEW. Show all posts

12.9.10

Sang Pencerah


Alhamdulillah diberi kesempatan kembali utk menonton bareng keluarga, kali ini yg jd subyek tontonan kami : "Sang Pencerah". Alhamdulillah, kembali lg di berikan ilmu dr sisi lain, yaitu sisi lain yg mrupakan karya Hanung Bramantyo.

Awalnya mau nonton 10/09/10, tapi niat tinggal niat karena harus bertemu dengan hujan lebat, pending deh...!

Akhirnya kesampean juga, hari ini setelah silaturahim, kita berangkat ke Botani untuk nonton. Kali ini personilnya juga lengkap: saya, mamah, adik dan Aay.


Sinopsis filmnya:

Jogjakarta 1867 -1912:

Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat. Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.

Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman. (dapet dari sini)



Hikmah yang didapat:
Subhanallah! Sungguh mulia pendahulu-pendahulu salaf, mereka harus bersusah payah mempertahankan kebenaran Islam meskipun itu perselisihan internal sekalipun. Dari pembetulan arah kiblat, pengkultusan ayat-ayat Al-Quran (walo sampai sekarang pun masih terjadi), simbolisasi pengkafiran, tradisi mistis dan musyrik dalam Islam, sampai dengan arogansi para petinggi alias "kyai".

Diperlukan ketegaran, kesabaran, ketekunan, keyakinan, keikhlasan, keilmuan Islam maupun wawasan keilmuan yang bersifat duniawi untuk mencapai apa yang Kyai Haji Ahmad Dahlan inginkan. Proses panjang yang penuh lika-liku hambatan tak menepis keyakinan dan semangat beliau untuk terus bersyiar dalam Islam, melalui ibadah, pendidikan dan aktivitas sosial.

Syiar beliau ini sungguh patut ditiru. Syiar Islam tidak melulu harus dalam bentukan formal di langgar, mesjid besar atau majelis. Tetapi komprehensif melalui bentuk apapun dalam sendi-sendi kehidupan kita. Karena Islam merupakan agama yang mengandung keindahan, menentramkan, mencerahkan jiwa, jawaban dari semua persoalan hidup, tidak mempersulit, jika kita memang memahami aturan-aturannya.

10.1.10

Bukan Malin Kundang



Minggu kemarin mamah bersikeras pengen nonton something funny, dan ternyata adikku pun sudah berselancar kesini dan menemukan "Bukan Malin Kundang" adalah salah satu film yang recomended ditonton kalo memang pengen nonton komedi. And... finally, after lunch di hecticnya foodcourt BTM, jadilah kita nonton bertiga
MyEm0.Com

Setelah setengah film disajikan sempet terjadi technical problem selama hampir 20 menit... Theatre gelap pula selama 20 menit itu... yang... alhamdulillah menjadi kesempatan buat saya and adik saya, and akhirnya mamah juga, untuk ke toilet... kebelett!!!
MyEm0.Com

Film ini not bad lah... tapi buat saya not so funny (sorry ya...) sampe bikin saya geli ngakak. Komedinya memang bikin saya selalu tersenyum setiap ada scene yang menunjukkan kelucuan *haylah bahasa apaan nih...!!!* Saya pikir alangkah tepatnya kalo film ini ditonton barengan pas Hari Ibu, karena disini tema ceritanya bagaimana seorang anak bisa menghargai ibunya. Pas banget deh... Walo digarap dengan genre komedi, tapi gag mengurangi esensinya kok. Pas lah ditonton kalo lagi pengen refreshing otak.



Selengkapnya bisa baca disini and disini

29.12.09

SANG PEMIMPI



Film ini buat saya sangat menginspirasi sama seperti film sebelumnya. Sang Pemimpi, dari judulnya tentu awalnya yang ada di pikiran kita adalah seseorang yang hanya mampu bermimpi tanpa bisa melakukan apapun, hanya melamun sambil berpangku tangan. Tapi dalam film ini, tidak akan ditemukan hal seperti itu. Pemain film yang ikut membintangi antara lain seperti Lukman Sardi (Ikal), Mathias Muchus (Seman Said Harun, Ayah Ikal), Nugie (Pak Balia sangat menginspirasi masa SMA Ikal, Arai dan Jimron) dan *surprise... surprise...* Nazril Irham (sebagai Arai dewasa).

Film sekuel dari Laskar Pelangi ini memiliki tiga tokoh utama, Ikal, Arai dan Jimron. Dalam film ini dikisahkan bagaimana mereka menghabiskan masa SMA menuju dewasa. Masa dimana jati diri sedang dibentuk dan ke arah mana kita akan melangkah. Banyak sekali petikan-petikan orang-orang besar ataupun kutipan dari penulis buku yang sangat menginspirasi kita selama ini muncul disini. Beberapa diantaranya :

"Bermimpilah, karena Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpi itu…"

"Bebaskan, bebaskan hidup kalian! Ambil resiko yang paling tinggi, supaya hidup kalian menjadi lebih kaya"

"kalo tidak punya mimpi dan harapan, orang-orang macam kita ni akan mati..."


Film ini menginspirasi saya untuk terus maju. Mengingatkan saya bahwa bermimpi itu harus dibarengi dengan usaha mencapai mimpi-mimpi tersebut. Dengan mimpi, kita akan terus terpacu dalam hidup untuk selalu berbuat maksimal. Semoga aja bisa punya semangat yang terus membara seperti Arai, sehingga ibadah kepada Allah SWT pun tidak akan kenal kata futur, amin.




Sumber dari sini, sini dan sini. Gambar diambil dari sini

24.12.09

2012


Baru beberapa hari film ini launching di Indonesia langsung menuai kontra di sana-sini, ada yang melarang nonton lah, ada yang mencap haram lah untuk nonton, tapi kalo saya selalu melihat dari berbagai sisi. Dan buat saya sih sah-sah aja menonton apa pun selama nilai-nilai buruk yang muncul di film ini gag lantas langsung diimplementasikan ke kehidupan kita. Nah... itu baru salah! Ini menurut saya loh... Terlepas dari semua pro dan kontra terhadap film ini, saya hanya akan membahas makna yang bisa saya ambil dari film ini.

Awal nonton sudah keliatan betapa nilai sebuah keluarga sangat jelas muncul terlihat. Baik itu dari scene happy family, separated family, single parent, kebersamaan yang terjalin dalam persahabatan ataupun keluarga yang terpisah karena tuntutan pekerjaan. Buat saya, film ini baik ditonton untuk keluarga, terlepas dari effect mengerikan ketika bencana terjadi ya..., karena disini dimunculkan betapa berharganya nilai sebuah keluarga.

Untuk beberapa orang, terkadang nilai ini sudah terlupakan. Bagaimana resahnya seorang Ibu yang menantikan kepulangan anaknya dari sekolah ataupun bermain. Walaupun hanya telat lima menit, tapi jiwa seorang Ibu akan langsung gundah gulana memikirkan keberadaan anak tersayangnya. Atau betapa bangganya seorang Ayah melihat putranya bermain bola bersamanya. Memang kata-kata tidak akan keluar dari mulutnya, tapi hanya hati yang bisa merasakannya. Duhh... kenapa nulis ngaco kemana-mana ya...

Saya cuman pengen posting kalo 2012 ga seburuk or "mengancam" seperti yang diberitakan kok... Dari film ini saya kembali teringat pentingnya silaturahim... Silaturahim terhadap siapapun, bahkan kepada seseorang yang membenci kita sekalipun. Jadi teringat cerita Rasulullah yang menyuapi seorang pengemis buta setiap paginya, sementara Rasulullah tau kalo pengemis buta ini sangat membencinya. Setiap pagi Rasulullah menyuapinya tanpa berkata apapun, kemudian melanjutkan perjalanannya, begitu terus setiap hari. Hingga Rasulullah wafat, pengemis itupun kemudian bertanya-tanya kepada orang sekitarnya, kemana orang baik yang selalu menyuapinya setiap pagi? Semenjak itulah pengemis buta itu tau, bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Rasulullah, Muhammad Shollallahu alaihi wassalam. Seketika pengemis itu menangis sejadi-jadinya. Dan tak lama mengucapkan kalimat syahadat. Subhanallah!

Itulah kekuatan silaturahim... Mudah-mudahan saya pun bisa senantiasa mengikuti sunnah tersebut, karena ada sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezeki dan dipanjangkan usianya hendaklah ia senantiasa menjaga silaturahim." (HR Muslim, dari Anas bin Malik RA). Bayangkan... hanya dengan bersilaturahim kita mendapatkan dua rahmat sekaligus, subhanallah!

15.11.09

EMAK INGIN NAIK HAJI


Awal nonton hati saya sudah bergejolak dan terus bergetar menyaksikan setiap moment yang disajikan, fiuhhh...!!! Air mata ini tak mampu lagi terbendung... Bodo ahh!!! Nontonnya sama Aay ini, gag usah jaim-jaiman ;p Perasaan campur aduk terus muncul di benak saya,

bahagia,
senang,
sedih,
kecewa sama diri sendiri,
kesal,
bangga,
keinginan untuk terus memunculkan jiwa bermuhasabah,
semua.... semua campur jadi satu!!!

Hikmah yang bisa diambil banyak banget... Sisi dakwah pun selalu muncul di setiap scene yang membuat Aay tetep melek nonton film ini ;p

Kalo dari sisi saya pribadi, hikmah yang bisa didapat juga cukup banyak. Pertama, merasa tersindir karena belum pernah melihat seseorang merasa sangat merindukan perwakilan rumah Allah. Belum pernah seseorang yang begitu gigih untuk mengumpulkan setiap receh yang beliau peroleh untuk pergi menunaikan rukun Islam yang terakhir. Tokoh "Emak" sangat menyentuh sekali, sampai saya terus teringat semua kebaikan mamah ataupun ibu-ibu lain yang saya kenal. Terlebih lagi ketika tabungan ke hajinya Emak ikhlaskan untuk pengobatan Aqsa, anak Zein yang mengidap hernia. Saya yakin, dalam realita, banyak "Emak-Emak" yang lain yang sangat merindukan Ka'bah, "Emak" disini hanya representasi seseorang yang selalu merindukan Ka'bah. Subhanallah...

Film ini merupakan film muhasabah banget buat saya, karena disini mencerminkan realita masyarakat Indonesia seutuhnya. Hikmah kedua yang saya ambil adalah bahwa saya belum benar-benar membahagiakan orang-orang terdekat saya secara maksimal, terlebih lagi mamah... hmm... film ini memberikan motivasi dan saya jadi punya semangat ekstra yang mudah-mudahan bisa konsisten untuk bisa... eventually... make my mom really happy having a daughter like me :)

Semua nikmat yang Allah berikan saat ini, terus terang,bikin aku kewalahan, ya Allah, subhanallah, sepertinya bukan hanya hamdalah yang harus aku haturkan kepadaMu. Semua silaturahim, semua rizki, semua kesempatan yang kau buka dengansangat lebar di hadapanku. Subhanallah... Alhamdulillah... Allahu Akbar... eitss!!! jadi curcol dehh ;p

Film ini buat saya recomended bangeeeet deh... FOUR THUMBS UP!!!

30.6.09

KING



Senengnya bisa spent time sama temen-temen Blogor, finally... saya bisa juga kopdar bareng sama mereka ;p thanks so much guys! ^_^

Salah satu kesimpulan yang saya tangkap setelah menonton film ini sepertinya Ari Sihasale sebagai sutradara ingin menumbuhkan rasa nasionalisme dalam jiwa para penonton film ini. Kental sekali adegan-adegan yang bersifat patriotisme dan nasionalisme bermunculan dalam film ini. Saya cukup terenyuh menonton film ini karena moral yang terkandung dalam film ini cukup dalam.

Persahabatan

Nasionalisme

Setia Kawan

Toleransi

Pengorbanan

Kerja Keras

Semangat

Selalu Fokus

Disiplin

Perjuangan


Tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Segala sesuatu pasti ada resikonya, apapun itu. Dikisahkan seorang anak lelaki bernama Guntur (Rangga Aditya) yang berjuang ingin menjadi seorang pemain bulutangkis sejati yang dibanggakan Indonesia. Awal mulanya terjadi karena dia dan ayahnya sangat mengidolakan Liem Swie King. Ayah Guntur (Mamiek Prakoso) adalah seorang komentator pertandingan bulutangkis di kampungnya yang bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur.

Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada, Raden (Lucky Martin) sebagai sahabat setianya selalu berusaha membantu Guntur. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis yang akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan oleh Guntur dan teman-temannya beserta seisi kampung.


Adegan favoritku :
1. Ketika Raden berperan sebagai replacement untuk Guntur di klub bulutangkisnya Pak Herman (Surya Saputra), disamping sebelumnya harus mengumpulkan uang untuk biaya pendaftaran dengan mengamen bersama Michele (Valerie Thomas). Ohhh... so sweeeet! Persahabatan yang punya toleransi yang sangat tinggi, dont forget juga pengorbanan mereka. Apakah dijaman kaya gini masih ada nilai persahabatan seluhur itu?
2. Acara nonton pertandingan bulutangkis sekampung disertai dengan ocehan kecewa ataupun gembira ketika pemain Indonesia yang mereka idolakan bermain, ataupun ketika di akhir film setelah dikomentatori oleh ayah Guntur kemudian mereka bernyanyi lagu kebangsaan bersama. OOhh, Man! Apakah di pedesaan memang masih ada hal-hal kaya gitu? Dan kalau memang terjadi, wow! Salut!
3. Dont forget the last one! Gimana film ini memperlihatkan keindahan alam Indonesia, konon katanya diperlukan kamera khusus untuk bisa menangkap keindahan alam itu ke dalam film ini. Subhanallah!



Gambar diambil dari sini dan sini

27.6.09

TRANSFORMERS : Revenge of the Fallen


Mulai banyak yang nawarin untuk nobar alias nonton bareng film ini, hmm... why not-lah kupikir... and jadilah sore itu saya nonton bersama Aay. But sebelum sampai di tujuan awal yaitu Botani Square, -saya yang selalu terobsesi to have something done like I really want- mulai menelpon theatre-theatre yang ada di Bogor untuk mengetahui kondisi tempat duduk yang tersedia. Dan benarlah kekhawatiran saya, sama seperti KCB kemaren, yang aku tonton ketika midnight, di XXI Botani Theatre, film Transformers full seat-nya kecuali pukul 21.00. Wowww!!!
MyEm0.Com

Oke... Plan B right away!

And I phoned 21 BTM Theatre on plan B, and u know what....? They said that Transformers not playing! Great! Just great...!!! And now plan C of course! And eventually I phoned 21 Galaxy, the first theatre in Bogor I think... and glad... Bener-bener lega karena jam tayangnya masih kekejar plus seat-nya belum penuh-penuh amat! And ketika 10 menit kemudian nyampe disana, langsung deh beli tiketnya dan alhamdulillah dapet duduk yang nyaman untuk mata melihat ke layarnya. Karena saya paling bete kalau dapet kursi yang terlalu di pinggir or terlalu di depan, ga konsen aja nontonnya karena terlalu pinggir jadi kepala harus nengok ke kiri or kanan terus ke layar, and terlalu depan kepala mesti nenggak -which is ga di-recommend banget deh!-


Oke, let start the review ala Eneng Ocha ^_^ Ceritanya dua tahun udah berlalu sejak Sam Witwicky (Shia LaBeouf) and our Autobots menyelamatkan kehidupan manusia dari ancaman Decepticons. Dan sekarang Sam beranjak remaja dan segera akan kuliah dan masuk asrama, yang mengharuskannya berpisah sementara dengan pacar tercinta, Mikaela (Megan Fox). Disini juga dikisahkan bahwa Bumblebee, robot penjaga yang selama ini menemaninya tidak akan ikut bersamanya untuk kuliah, yang membuat Bumblebee sangat sedih.

Tapi ternyata petualangan Sam, gak berhenti sampai disitu. Entah darimana asalnya, tetapi ada pecahan parts dari The Fallen di kamarnya, dan ketika Sam menyentuhnya dia langsung mendapat pertanda di dalam pikirannya yang menakdirkan Sam untuk menguak misteri The Fallen.


Karena menyentuh pecahan itu, dia bisa berpikir cepat, dan membaca buku setebal kira-kira 900 halaman dalam waktu 30 per sekian detik. Dan mengklaim hukum Einstein selama ini salah! Disini banyak kejadian lucu selama dia masuk kuliah, including there's one chick that always seduce Sam.... hmmmm Boys.... is always Boys!
MyEm0.Com

Oya, banyak anggapan film ini adalah film anak-anak, terbukti banyak anak-anak sebaya SD dan SMP yang nonton ini, tetapi.... ternyata film ini bukan film anak-anak! Karena beberapa adegan sometimes diselingi adegan mesra antara Sam dan Mikaela yang memang disensor ketika adegan itu berlangsung, tetapi sebelum adegan itu terjadi penonton tentu akan tau arah adegan berikutnya kemana, yang merupakan kekhawatiran saya dalam film ini.
MyEm0.Com


Selebihnya adalah adegan dimana Optimus Prime dan Autobots lainnya yang membantu ras manusia agar bumi tidak musnah karena ulah The Fallen. Adegan berantem yang special effectnya keren pastinya disertai dengan gadget-gadget Amerika yang belum tentu mereka sudah punya karena saya pikir it's really beyond our imagination, hehehehe... That's what I think loooh..!!!

Yang membuat film ini seru, pastinya adalah effect ketika Autobots dan Decepticons bertarung or... ketika robot-robot itu berubah dari mulanya kendaraan seperti mobil, truck atau tank tempur bersatu menjadi robot. Buat saya sih keunggulan film ini yah dari effect-effectnya yang memang di Indonesia teknologinya saya ragukan udah ada disini.
MyEm0.Com


Filmnya over all bagus tapi untuk alur cerita standarlah.... Gimana seorang manusia (Sam) ditakdirkan menyelamatkan bumi dan ras manusia dibantu Autobots jagoan bernama Optimus Prime. Oh yeah.. the funny thing that cross my mind, menurut pertanda yang muncul di kepala Sam bahwa hanya Optimus Prime yang bisa mengalahkan bangkitnya The Fallen dengan bantuan pencarian 'Kunci Persaudaraan' The Fallen di tangan Optimus. Memang sih 'kunci'nya sempet tertanam di badan Optimus untuk membangkitkannya, tapi... ga ampe lima menit itu kunci udah di tangan The Fallen. Tapi eventually ada bantuan dari JetFire, Decepticon yang membelot membela Autobots, menyerahkan semua spare partsnya untuk Optimus sehingga menjadi tak terkalahkan. Yang akhirnya membuat The Fallen dapat dikalahkan, tapi tidak musnah, karena dia berhasil melarikan diri bersama satu pengikutnya.

Anyway, balik ke pertanda Sam, mungkin maksud pertandanya pada akhirnya The Fallen tidak akan berhasil memusnahkan bumi karena bantuan Sam dan Optimus Prime, gitu kali ya... Iseeeeng aja nih! ^_^
MyEm0.Com

(Gambar diambil dari sini, sini, sini dan sini)

13.6.09

KETIKA CINTA BERTASBIH


Saya merasa sepertinya harus menonton film ini, walo temen-temen saya yang kecewa karena bilang film ini bersambung, kayanya kok ga fair aja saya nonton film asing tapi film negeri sendiri (Islami pula!) ga saya tonton. Dan alhamdulillah kalo saya pribadi sih ga kecewa dengan film ini, ada beberapa "ilmu baru" yang bisa saya dapet dari sini ^_^

Dari awal film sampai ada tulisan "to be continued" (hehehe... penting yah harus disebutin..??) sutradara Chaerul Umam selalu memberikan view luar biasa, baik piramida yang legendaris itu ataupun Alexandria-nya. Subhanallah bagus banget! Ato sayanyah aja yang norak karena belum pernah kesana ya? ;p Kalo kotanya sih relatif bersih lah... maklumlah film, pasti akan menampilkan sesuatunya yang bagus-bagus, karena aku pernah dikasi liat kondisi Mesir sebenarnya yang biasa aja (walo banyak malah yang bilang kalo Mesir sesungguhnya kumuh), yah everyone has their own opinion kan?!
MyEm0.com

Oya, once again saya belum habis membaca bukunya, jadi cuman bisa mengomentari sisi film-nya. Saya salut sama pemeran utama, Khairul Azzam (M. Kholidi Asadil Alam) dan Anna Althafunnisa (Oki Setiana Dewi), walau mereka terbilang baru tapi akting mereka "dapet banget" menurut aku. Yaiyalah... wong mereka berdua emang talented kok, bisa baca disini. Saya pikir sih akting mereka terasah karena mereka disandingkan dengan pemeran-pemeran lain yang sebagian besar udah senior di dunia akting sebut saja Deddy Mizwar (Kyai Luthfi), Didi Petet (Pak Ali), Alice Sofie Nurin (Eliana Pramesthi Alam), Cut Yanti (Ibunya Furqan), El Manik (Pak Junaidi, Dubes Indonesia di Turki), Lucky Perdana (Fadhil), Mediana Hutomo (Ibunya Anna), Tika Putri (Cut Tiara) dll. Yang menarik Kang Abik a.k.a Habiburrahman El Shirazy ikut berperan dalam film ini, sebagai Ustad Mujab which is... not bad, not bad at all!



Seperti yang sebelumnya sempet saya sebut, "ilmu baru" saya dapet disini adalah pemikiran-pemikiran yang berkenaan dengan hadis yang baru saya denger. And it is very exciting!!!
MyEm0.com

Salah satunya yang saya inget, ada adegan dimana Fadhil merelakan Tiara untuk dipersunting oleh sahabatnya sendiri, Ustad Zulkifli (mudah-mudahan bener namanya...) karena Fadhil merasa belum siap untuk menikah padahal Fadhil maupun Tiara sama-sama memiliki perasaan satu sama lain yang mereka pendam. Azzam kemudian berkomentar ke Fadhil bahwa seseorang yang merelakan sesuatu demi kebaikan orang lain sementara sebenarnya itu merupakan jalan untuk dekat kepada Allah (baca: ibadah) hukumnya menjadi makruh, bukannya mendapat pahala. Wow... terus terang aku baru denger wacana ini, dan mudah-mudahan sih aku gak nemuin masalah ini di kehidupan ini kalo aku bisa memilih, karena ini kan soal perasaan dan wanita ntu sangat sukar berhadapan sama yang namanya sesuatu yang mengandung muatan perasaan emosi... hufffhh!!! berat... berat...!
MyEm0.com

Adegan lain yang membuka pemikiran saya adalah ketika Anna memberikan dua syarat sebelum dia menerima khitbah dari Furqan, wow!!! empat jempol buat kata-kata Anna!!! Sepakat 1000 persen buat dia! Karena sama sekali saya tidak alergi or anti sama yang namanya poligami. Tapi jika saya yang harus mengalaminya... *sigh* it's beyond my thought rite now, tapi saat ini saya lebih memilih status saya dilepaskan. Udah ah! Gak usah dibahas! (lohh..??!!)

Intinya sih, filmnya really worthed to watch kok... akting dan alur ceritanya bagus, banyak juga adegan lucu yang dilakonkan secara natural, dan beneran lucu ^_^

(Imagenya diambil dari sini)

5.6.09

SLUMDOG MILLIONAIRE



Sebenernya nontonnya udah lama, tapi baru sekarang aja mood bikin reviewnya ;p Bercerita tentang seorang Jamal Malik (Dev Patel) yang seiring nasibnya mengikuti kuis "Who Wants To Be A Millionaire?" dan.... menang! Hal ini diluar dugaan Prem Kumar (Anil Kapoor) sebagai host acara yang sudah mencoba "menjegal"-nya untuk memberikan jawaban yang salah tetapi memang rejeki mah gak kemana, ya gak?! MyEm0.Com

Setelah diumumkan kemenangannya, Jamal diminta datang keesokan harinya untuk mengambil hadiahnya, tetapi ini ternyata hanyalah taktik Prem. Di belakang studio dia kemudian ditahan secara paksa dan dipenjara untuk kemudian dilakukan penyelidikan.

Selama masa interogasi, terkuaklah cerita masa lalu Jamal yang kelam dan tanpa disangka-sangka rentetan kejadian dalam kisah hidupnya memberikan jawaban dari pertanyaan di "Who Wants To Be A Millionaire?". Believe it or not. Dan ini yang menjadikan film ini begitu menarik, Jamal ingat setiap kejadian yang dialaminya.

Alasan utama kenapa Jamal ingin sekali ikut kuis ini ternyata untuk menemukan "cintanya yang hilang", uniknya perempuan yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya sangat suka nonton kuis ini. So... Jamal berharap Latika (Freida Pinto) menonton kuis ini dan segera menemukannya. Ketika kecil Jamal, Latika dan kakaknya Jamal, Salim. Mereka hidup bertiga di daerah kumuh. Sebelumnya Jamal dan Salim hidup bersama ibunya, tetapi semenjak terjadi konflik agama, kampung muslim diserang dan ibu mereka pun terbunuh.

Sempat mereka ditampung oleh seorang pemuda, tetapi ternyata mereka hanya sekumpulan pemuda sakit mental yang menghalalkan semua cara (menurutku loh!) yang menjadikan anak kecil sebagai pengemis, sebelumnya beberapa malah dijadikan buta agar orang-orang menjadi iba dan memberikan sedekah yang besar. Hampir saja Jamal dijadikan korban, matanya hampir saja dicongkel kalau saja Salim tidak segera menyelamatkannya. Tetapi sayang, sepertinya Salim cemburu melihat kedekatan Jamal dan Latika sehingga Latika tidak ikut diselamatkan oleh Salim.


Seiring waktu mereka beranjak remaja dan mengetahui jika Latika dijual untuk dijadikan penari perut. Jamal dan Salim berusaha menyelamatkan Latika, dan berhasil! Tetapi memakan korban, pemuda yang dulu sempat hampir membutakan Jamal, ditembak mati oleh Salim dengan pistol yang dibawanya.

Jamal sangat senang melihat Latika kembali, tetapi ternyata Salim memiliki maksud lain, dan terjadi konflik. Sehingga membuat kakak beradik ini terpisah untuk beberapa waktu lamanya. Jamal pun terpisah kembali dengan pujaan hatinya. Dan yang membuat mereka bersatu kembali saya pikir karena keinginan kuat Jamal untuk bertemu dengan Latika.

Polisi menyiksanya dengan kejam ketika menginterogasi Jamal, sampai akhirnya Jamal mau bercerita sehingga kebanyakan kisahnya flashback tentang bagaimana bisa dia mendapatkan semua jawaban itu dengan benar. Mereka pikir (polisi dan Prem Kumar) seorang slumdog seperti Jamal tidak akan mungkin sepintar itu untuk menjawab semuanya dengan benar.

Setelah nonton film ini, saya hanya bisa membayangkan satu kata, HOPE! Yaahh... harapan Jamal sangat besar untuk bisa berkumpul kembali dengan teman hidupnya selama ini. Keyakinan Jamal begitu besar. Hebat. Film ini memang cukup menguras perasaan, walo saya mah ga pake nangis nontonnya ;p seneng, sedih, gemes, marah, kesel, bimbang, bangga, terpukau, kasihan, semua jadi satu MyEm0.Com MyEm0.Com MyEm0.Com MyEm0.Com
(Image from here)

3.6.09

ANGELS AND DEMONS


Mbak-e selalu menyemangati aku untuk nonton ini, yang katanya keren banget!, yang katanya alur ceritanya ga ketebaklah, pokoknya biar aku penasaran .... hehe.. kira-kira gtu ya mbak?

Okelah, aku tonton ini film, tapi kok setelah nonton filmnya, menurut aku :
1. Alur film-nya ketebak, yang kata mbak-e akhirnya tuh beda banget dari yang diduga, tapi semenjak adegan dobrak-dobrakan di ruangan Paus yang didalemnya ada Camerlengo Patrick McKenna (Ewan McGregor) dan Kepala Keamanan Vatikan (lupa namanya), disitu aku udah yakin antagonisnya jelas si Camerlengo ini! Maybe karena aku kebanyakan film-film yang berbau intrik kali ya, hehehe!
2. Selama satu jam pertama aku masih interest, tapi setelah itu aku nguap berkali-kali karena alurnya kok jadi dibuat bertele-tele, bukannya aku merasa penasaran dengan adegan apa yang akan terjadi berikutnya (sori to say mba...)
3. Judul dengan alur film ko buat aku tidak saling menguatkan ya? memang sih kalo ditelek-telek lagi, bahwa ini kaya somekind musuh dalam selimut yang berusaha menghancurkan dari dalam, tapi ternyata kebenaran masih dapat terwujud. Gtu kan?


Film ini bermula dari sebuah indikasi yang muncul di sebuah badan intelegensi Vatikan bahwa sesuatu yang berupa mitos menjadi nyata, yaitu Illuminati, sebuah kelompok bawah tanah yang menentang paham gereja Vatikan dengan semua pemikiran ilmu pengetahuan yang jauh lebih logis. Jadi film ini intinya agama versus ilmu pengetahuan. Kaum illuminati ini ingin meniadakan paham gereja karena dianggap sudah tidak relevan pada jamannya untuk diganti ke paham mereka. Hal ini muncul bersamaan dengan akan dilakukan proses penggantian Paus Vatikan yang baru.


Tapi pada akhirnya, wacana Illuminati ini hanyalah skandal yang sengaja diangkat oleh satu oknum sehingga pada akhirnya bisa menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi Camerlengo. Di satu sisi, pemikiran licik dan sadis Camerlengo memang patut diacungi jempol, karena rencana yang dia susun sedemikian rupa dengan menyewa pembunuh bayaran (yang juga sudah saya duga di awal film) untuk membunuh keempat kandidat kuat calon Paus, membunuh mereka di tempat-tempat yang merupakan tempat bersejarah bagi kaum Illuminati yang membuat repot si tokoh utama Robert Langdon (Tom Hanks)untuk berpikir panjang menemukan lokasi-lokasinya dimana saja dan berharap bisa menemukan masing-masing kandidat dalam keadaan hidup. Masing-masing kandidat Paus akan dieksekusi dengan elemen tanah, api, udara dan air. Robert hanya berhasil menyelamatkan satu kandidat terakhir, yaitu yang akan dieksekusi dengan elemen air.

Tokoh Camerlengo dari awal memang hanya ingin kekuasaan, bagaimana bisa menguasai Vatikan tetapi usianya yang menjadi hambatan utamanya. Maka disusunlah rencana hebatnya dengan mem-blow up mitos Illuminati dan diakhir skenario yang ia buat menjadi seorang pahlawan Vatikan dengan menyelamatkan Vatikan dari rencana bom mematikan, sebuah temuan terbaru dari pusat riset nuklir, yang dinamakan "antimateri". Rencana Camerlengo mestinya berhasil kalo saja tidak ada sabotase kecil yang dibuat oleh Paus terdahulu. Ternyata di ruangan Paus dipasang kamera tersembunyi lengkap dengan rekam suaranya, sehingga semua kejadian disana dapat diketahui, termasuk kejadian antara Camerlengo dan kepala keamanan Vatikan. Dari situlah terbongkar semuanya, sehingga rencana yang semula sangat mulus menjadi hancur berantakan, dan mengetahui rencananya terbongkar, maka Camerlengo berusaha kabur and... end up he burn himself up. What a pitty!


Saya sempet curiga nih, karena yang namanya film hollywood, biasanya akan direkayasa sedemikian rupa sehingga film ini menjadi komersil. Curiganya, kok film ini buat aku kok... "ga utuh" ya? Apa gara-gara aku belum sempet baca bukunya maka aq ga terlalu tertarik dengan filmnya? Setelah silaturahim yang manis banget dari mbak-e ^_^ aku langsung kesini deh, dan ketahuan deh..... ada beberapa part dari novel yang dihilangkan dan beberapa alur cerita diubah untuk mendapatkan ending yang bisa diterima masyarakat kale ya... Tapi belum tentu bisa diterima sama nalar kita.

Yang membuat aku tertarik akan film ini dan membuat reviewnya adalah pemikiran Dan Brown yang menulis novel ini dan menjadikan novel ini best seller. Tidak banyak yang mau membuat sebuah novel kemudian diadaptasi ke sebuah film yang isinya menjadikan agama sebuah kontroversi. Karena memang dalam hidup ini memang penuh dengan intrik, terutama untuk mempertahankan keyakinan kita sendiri.

28.5.09

SORRY IF I LOVE YOU

.................................................................................................................................

Film ini memang (ehm..) bukan buat remaja yang baru aja gede karena cukup banyak adegan yang seharusnya ga patut diliatin especially di Indonesia. Worried-nya jadi bad effect aja buat pergaulan. Tapi film ini iseng aku tonton karena judulnya yang hmm… interesting! Oya, perlu diketahui ini film Itali, so -sama kayak aku- harus memfungsikan banget yang namanya subtitles ^_^

Memang tema yang gak diangkat ga jauh dari….. CINTA! AMORE! LOVE!

Ceritanya tentang seorang 37 tahun creative director, Alessandro (Raoul Bova) yang ditinggal pergi pacarnya bernama Elena. He can survive but his friends seems not! Buat aku sih kaya gitu, soalnya temen-temennya yang udah berkeluarga semua itu, lebay banget mengkhawatirkan Alessandro setiap gathering yang mereka adakan setiap bulan.


Tanpa diduga, dia kenalan sama seorang remaja 17 tahun bernama Niki (Michela Quattrociocche) dari sebuah kecelakaan kecil antara mobil dan skuter kepunyaan Niki. Karena “keaktifan” Niki selalu telpon dan mengajak Alessandro pergi jalan bareng akhirnya mereka saling tertarik sama lain.

Ada satu adegan yang memperlihatkan Niki ngegodain Alex, keliataaaan banget mupeng-nya Alex, tapi sepertinya Alex berusaha tau diri. Mengingat Niki tuh cewe cantik yang masih sangat muda dibandingin sama Alex. Tapi karena Niki terus-terusan ngegodain, luluh juga Alex-nya.

Seiring waktu berjalan (alaah!!) mereka saling sayang dan saling melengkapi satu sama lain. Bahkan Niki satu waktu ngebantu Alex (sebutan Alessandro) dalam sebuah project di kantornya. Ini yang membuat Alex makin sayang sama Niki.


Klimaks-nya terjadi ketika kesadaran akan kesenjangan umur yang cukup jauh (20 tahun… hmm..) antara mereka membuat mereka bingung untuk memperkenalkan ke masing-masing keluarga. Ketika Niki meminta Alex untuk ke rumahnya, ehh… malah dikira sales yang nawarin asuransi pension, hehehe… Selain itu juga sempet ada konflik ketika Elena kembali untuk ngajak balikan. Dan (herannya…?? You guys.. kenapa pake mikir segala coba!) sempet bikin bimbang Alex.

Kalo aku siihh… kalo udah ada orang yang minta udahan sama ku, aku gak akan pernah balik lagi sama dia. Dan kalo ada yang ngajak balik hmm.. aku gak akan berpikir dua kali untuk mempertimbangkannya. Just say NO! Kalo ini kan aku loohh…! Yahh at least, sejauh ini sih aku kaya gtu ^_^

Ampe akhirnya ketahuan deh belangnya Elena (yang kembali bikin aku seneng sekaligus beeeuuuuhhh!), kalo Elena pengen balik lagi sama Alex karena Alex yang menangin tender project yang dibantuin sama NIki. Alias posisi Alex jauh lebih menguntungkan di kantor sekaligus promosi jabatan yang didapet Alex. Beeuuhhh… cewe-matre-ke-laut-aje!

Untungnya Niki masih ciinntaaaaa banget tuh sama yang namanya Alex dan still always do!

One scene yang bikin aku terkesan banget, ketika Niki share her feelings to Alex, “My Love, Sorry If I Love YOU!” Hahahahaha….!!! Sama sekali tidak terlihat keterpaksaan disini but rather sweeeeet!!! ^_^

"CHANGELING"


When I first saw the movie, hmm… nice movie dilihat dari plotnya yang diambil pada tahun 1930-an. Film yang disutradarai dan diproduseri sama Clint Eastwood ini boleh dibilang film serius buat Angelina Jolie. Yaahhh… dibanding film-film action-nya yang tayang di Indonesia, ini mah much much better.


Film yang based on true story ini membuatku merinding dan amazed. Karena walo emang kita gak bisa pungkiri yang namanya child kidnapping bisa terjadi di mana aja dan kapan aja. Yang bikin film ini menarik tuh, terjadi parallel event (ceileeehhh… bahasanyaaah! Hehehe) yang nyambung satu sama lain.

Christine Collins (Angelina Jolie) hanya hidup berdua dengan anak laki-laki satu-satunya, Walter Collins (maaf lupa sapa nama pemerannya), di sebuah lingkungan rumah yang home-y banget (menurutku siihh..) di Los Angeles. Christine bekerja sebagai supervisor di sebuah perusahaan telekomunikasi dan sedang direkomendasikan sebagai manajer di kawasan elite Beverly Hills, dilihat dari kinerjanya yang spotless.

Disini Christine diperankan satu dari sedikit wanita yang bisa menduduki jabatan manajer, karena menurut pendapatku wanita pada masa itu dipandang masih sebagai manusia kelas dua (istilahku untuk kondisi dimana laki-laki memandang rendah wanita). Pada tahun 1930-an wanita bekerja kebanyakan hanya sebagai karyawan rendahan.

Pada satu waktu, ketika Christine telat pulang ke rumahnya, ternyata Walter tak ada di rumahnya. Christine udah cari kemana-mana di sekitar lingkungan rumahnya tapi tak berhasil menemukan anaknya. Sehingga dia memutuskan menelpon polisi untuk segera mengambil tindakan, tetapi karena prosedur orang hilang harus lebih dari 24 jam dulu, so baru keesokan harinya deh polisi pada datang.


Pencarian dilakukan secara intensif (menurut pengakuan kepolisian LAPD sono yee..) selama 5 bulan dan akhirnya ditemukanlah seorang anak yang diklaim sebagai Walter Collins. Tetapi setelah dipertemukan dengan Christine herself, she said that “He’s not my son!”

Kepala kepolisian mendorong Christine (tetapi menurut aku sih maksa,,,, ) untuk membawa anak laki-laki ini pulang karena wajar seorang ibu tidak mengenali anaknya sendiri karena waktu 5 bulan yang cukup panjang, kaya somekind of shock or even mental breakdown. So.. Christine mengalah dan membawa pulang, tapi…. Melihat gejala fisik dan kelakuan anak laki-laki ini yang beda maka Christine menuntut kepolisian untuk segera membuka kasusnya kembali. Tapi polisi gak mau tau dan nyuekin si Christine. Kacian bangeeet…

Anyway… Dengan semakin berkembangnya tuntutan Christine, ada pendeta yang ternyata secara kontinyu sedang menguak (bahasanya gak kuat…) tindakan-tindakan kriminal kepolisian Los Angeles, yang mengatasnamakan ‘kejahatan’ mereka dengan sebuah ‘KETERTIBAN’. Atas himbauan dan dorongan pendeta ini, maka Christine berusaha menyelidiki dengan caranya sendiri untuk membuktikan bahwa anak yang ada di rumahnya saat ini bukan anaknya.

Setelah mendapatkan bukti yang valid, Christine segera mengadakan public conference and straight back to the police headquarters. Tapi, bukan sambutan hangat yang Christine dapet tapi… (again!) buktinya dicuekin dan (parahnya..) dia malah segera dibawa ke RSJ! alias rumah sakit jiwa dan sempet nginep disana sekitar dua minggu. Di RSJ inilah semakin terkuak ‘kejelekan-kejelekan’ LAPD.

Berkat pertolongan pendeta, Christine pun keluar dan segera melancarkan serangan balik ke kepolisian melalui jalur hukum. Awalnya pendeta menawarkan seorang pengacara yang established. Bersamaan dengan dikeluarkannya korban-korban “Code 12” dari RSJ, mulai terkuaklah nasib Walter. Apaan tuh “Code 12”? Inilah kode bagi pasien-pasien RSJ yang pernah berusaha “mengganggu” LAPD.

Ternyata Walter itu dibunuh (or at least sampe filmnya selesai) sama seorang psikopat yang hobi banget membunuh anak kecil dengan alasan untuk “membebaskan” anak-anak itu dari kejamnya dunia. “They’re my angels!” si psikopat ini kira-kira ngomong gtu. Wow! Dan dari adegan yang dibuat, psikopat ini bunuh anak-anak yang almost 20 orang ini kaya nyembelih ayam! Hal ini terkuak karena accomplish-nya yang tertangkap oleh seorang detektif karena dianggap penduduk illegal dan segera dikembalikan ke Canada. Naaaahhh… setelah accomplish yang berumur 13 tahun ini ketangkep, bagi dia ngerasa diselametkan dan ngaku deh tuh sama detektif-nya.

Masyarakat mulai gerah dengan kemanan kota Los Angeles karena press release yang diadain sama Christine dan broadcast radio-nya pendeta, so mulai dilancarkan demo gede-gedean. Pada waktu yang hampir bersamaan, terjadi dua pengadilan yang menyerap respon masyarakat banget. Dan pada akhirnya, LAPD direstorasi besar-besaran dan psikopat itu akhirnya dihukum gantung karena perbuatannya.

Moral yang aku tangkep dari film ini adalah jangan pernah berhenti berharap dan gitu aja nyerah! Disini Angelina Jolie bener-bener ngeliatin aktingnya. Ga rugi nonton filmnya.

23.5.09

BUKAN CINTA BIASA

.................................................................................................................................

Pas nonton ini di awal, Aay udah bilang, "ini pasti drama komedi!" and.... YA! memang ini drama komedi yang beneran kocak dan beneran romantis...!!

Cerita ini -aku tangkap dari filmnya- bermula dari Nikita (Olive) yang mencari ayahnya, Tommy (Ferdy "Element") -seorang vokalis band rock yang 'skuter' alias selebritis kurang terkenal- berbekal cerita dari kotak kenangan ibunya, Lintang (Wulan Guritno), yang diketahuinya diam-diam. Nikita yakin kalau mereka masih saling mencintai, so... pergilah dia mencari Tommy karena Nikita dan Lintang akan segera pergi ke luar negeri.


Nikita bertekad untuk mengubah Tommy menjadi manusia yang lebih baik dan 'daddy' yang bisa dibanggakan olehnya. Dan disini akting Ferdy, beneran deh.... ga ngecewain! lumayan keren!

Banyak adegan 'romance' antara ayah dan anak yang saya pikir jarang dimunculkan di film-film Indonesia lainnya. Tetapi adegan kocaknya juga berimbang yang bikin saya selalu terbahak dengan banyak memunculkan "guyonan sunda".

Moral yang saya tangkap sih, bahwa don't judge a book by it's cover. Maksudnya.... jangan liat siapa yang ngomong, tapi lihat atau lebih ke dengarkan apa yang diomongin sama seseorang... kalo memang isinya baik, yah... diambil...! Maknai dan terapkan! Jangan di awal sudah antipati karena yang ngomong adalah seorang anak kecil yang di mata sebagian orang hanyalah bocah ingusan yang belum banyak makan asam garam kehidupan.


cuman intermezzo doang, Olive ini mirriiiiiiiip banget sama Wulan! kaya ibu sama anak beneran! sodaraan kali ya???!!

5.5.09

REVIEW : JAMILA DAN SANG PRESIDEN

.................................................................................................................................



I decided to watch it after I came home from work with Aay, this story was based on drama theatrical "PELACUR & SANG PRESIDEN". The story was not exciting like I expected to be! After 30 minutes show, I still enjoying the movie, but.... the rest was sooo boring I think.

Yeah, I've got brand new info that women trafficking in Indonesia is sooo hillarious!!! But... beside that, there's nothing else...

Setelah nonton ampe abis, menurutku film ini mengisahkan kalo Jamila mati-matian mencari adik perempuannya yang hilang hingga menjadi pelacur untuk bisa masuk ke sindikat perdagangan wanita. Karena diduga adiknya dijual oleh ayahnya sendiri sama seperti Jamila, hanya saja bedanya Jamila berhasil kabur dari sindikat ini!

Seiring pencariannya sembari dia bekerja menjadi pelacur, dia bertemu dengan cinta pertama sekaligus cinta terakhir yang mengoyak seluruh keyakinannya akan cinta. Jamila menjadi pacar simpanan seorang menteri... Yang buatku tertawa karena dilema Jamila adalah dia menjadi simpanan seorang Menteri Penanggulangan Kemiskinan.

Seiring waktu berjalan, Jamila kira dia akan bahagia dengan sang menteri, tapi tidak!!! Dia ditinggal layaknya habis manis sepah dibuang!!! Karena situasi yang terjadi, akhirnya membuat Jamila membunuh cintanya sendiri dan akhirnya memaksanya masuk ke penjara dan menunggu ajalnya di tempat kelam itu.

Oh yeah... ada satu penokohan yang masuk disini menceritakan bahwa pria ini, pria yang kaya-tajir-punya jabatan-high class-have big influence MENCINTAI Jamila... memang sih gak ada yang gak mungkin di dunia ini... tapi buatku ini berlebihan aja dari cara dia mencintainya.

Ending-nya pun gak punya kejutan apa-apa. Datar aja.

Seolah-olah film ini menuliskan judul Sang Presiden hanya untuk menyindir bahkan mengolok-olok Presiden itu sendiri. Karena tidak ada pengaruh apa-apa dari presiden.

Jamila, seorang gadis pintar (dari gayanya berbicara...) menjadi seorang pelacur kelas atas hanya untuk mencari adiknya yang hilang, sampai akhir hidupnya pun dia tidak berhasil menemukan adiknya. Sensasinya membunuh menteri pun tidak membuat presiden bergeming untuk bertemu dengannya, berbeda dengan harapannya.

23.4.09

REVIEW : BRIDE WARS (Movie)

.................................................................................................................................

Assalamualaikum…
Di film ini, aku menyadari beberapa makna penting. Pertama, bahwa dalam setiap hubungan pertemanan akan ada ups and downs-nya. Terlepas dari seberapa berat cobaan or kebahagiaannya. Dan ini kualami sendiri. Sepanjang hidupku, aku baru mengalami sebuah ketegangan yang terjadi akibat kesalahpahaman. Atau ketidaksiapan seseorang akan kehidupan seseorang yang lain? Entahlah…

Anyway, kalo di film ini sepasang sahabat sejak kecil sudah memimpikan untuk bisa menikah dengan pasangannya bulan Juni di sebuah tempat yang sangat mewah called The Plaza. Perselisihan mulai terjadi ketika ternyata tanggal yang tersedia hanya tersisa di 6 Juni. Dan keduanya tak mau mengalah untuk menikah di bulan yang lain. Selain itu mereka juga tidak mau membuat double wedding.

Perseteruan sengit pun muncul dengan masing-masing menyerang satu sama lain dengan berbagai cara untuk menggagalkan pernikahan sahabatnya sendiri.
In the end, ada sedikit kejutan di luar dugaanku, seiring dengan semua yang terjadi di tiap pasangan jadi makin mengenal sifat dan karakter yang sesungguhnya, ada yang suka dan ada yang tidak. Akhir ceritanya buatku menyenangkan walo beda dengan yang mestinya terjadi di awal. A pleasant surprise I think! It’s fun to watch!